Kecanggihan Teknologi pada Film Transformer
Di balik film
yang luar biasa itu teknologi yang digunakan juga termasuk
menakjubkanPembuatan film Transformers membutuhkan keahlian dan
spesifikasi hardware tingkat tinggi.
Kecanggihan
robot-robot dalam film ini tak luput dari kerja keras sutradaranya,
Michael Bay, serta perusahaan visual effect yang didirikan George Lucas,
Industrial Light and Magic (ILM).
Kerjasama
keduanya menghasilkan mobil, pesawat, dan alat-alat berat yang bisa
berubah menjadi robot-robot raksasa yang mampu bergerak lincah.
Riset dan
pengembangan teknologi animasi yang mendalam guna menciptakan karakter
dalam Transformer telah dimulai sejak film pertama.
Guna menciptakan karakter sesuai ikon serial kartun Transformer seperti dikutip dari berbagai sumber,
tim produksi bekerjasama tim Hasbro, perusahaan mainan pencipta model Transformer.
Perancang
produksi Transformers pertama Jeff Mann berperan penting dalam
menciptakan real live action robot yang awalnya hanya sebuah gambar
kartun. Untuk membuat satu karakter robot,
dibutuhkan ribuan keping komponen yang disatukan menjadi robot raksasa. Melalui teknik digital,
tim spesial
efek menciptakan komponen-komponen tersebut kemudian menempatkan
titik-titik pergerakan supaya lebih mudah digerakkan nantinya.
Jika semua
komponen tiap karakter robot dalam film disusun berdampingan, maka
panjangnya bisa mencapai 290 kilometer atau seluas negara bagian
California. Setelah merangkai tiap komponen,
tantangan
selanjutnya adalah membuat robot-robot tersebut bergerak. Orang mengira
robot raksasa pasti bergerak lambat namun Michael Bay ingin robotnya
selincah ninja dan penuh aksi, ungkap Digital Production Supervisor ILM
Jeff White. Guna merealisasikannya, tim produksi mengumpulkan berbagai
rekaman adegan stunt untuk kemudian diimitasi gerakannya pada
robot-robot animasi tersebut.
Film berdurasi aksi menegangkan ini banyak menyajikan keajaiban-keajaiban animasi.
Tak hanya aksi
Optimus Prime dan rekannya, film ini juga dihiasi ledakan akibat
pertarungan robot. Ledakan-ledakan yang muncul pun tak semuanya
merupakan animasi.
Hollywood –
Terkagum-kagum dengan efek visual pada film Tranformers: Revenge of The
Fallen? Para kru pembuat film tersebut menyebutkan, jika film ini
dilakukan dengan komputer rumahan, maka akan bisa ditonton 16.000 tahun
kemudian.
Dengan kondisi tersebut,
tak heran
sebagai sebuah rumah produksi visual efek yang kerap memenangkan Piala
Oscar pada ajang Academy Award, Industrial, Light & Magic (ILM)
Seperti yang
dilansir Hardwarezone, ILM menciptakan berbagai visual efek yang
menakjubkan dengan menggunakan software Autodesk Maya dan Autodesk
Inferno yang merupakan gabungan dari beberapa software proprietary SABRE
yang digunakan.
"Setiap tahun,
meningkatkanya kualitas dan kuantitas sebuah film sangat bergantung pada
visual efek. ILM terus mendorong kreativitas digital dengan menciptakan
efek visual yang mampu mengguncang penonton di seluruh dunia. Kami
bangga bisa bekerjasama dengan ILM dan ratusan efek visual yang
dipeloporinya yang menyumbangkan beberapa efek paling menarik dan bakal
dikenang pada musim panas ini," kata Stig Grugman, VP Digital
Entertaiment Autodesk Media & Entertainment.
Film ini
merupakan yang paling kreatif, menyenangkan, dan proyek artistik yang
pernah saya buat. Kami menggunakan proyek ini lewat Inferno karena kami
tahu software ini mampu membuat sesuatu yang istimewa. Kehandalan sistem
yang dipadukan dengan penampilan aktor yang hebat menjadi hasil virtual
yang spektakuler. Star Trek merupakan kombinasi menakjubkan dari
software dan aktor yang luar biasa," ungkap Eddie Pasquarello,
Supervisor Asociatte Visual Effect ILM.
"Pembuatan Film"
"Camera ini yang dapat menyebabkan robot terlihat lincah
karena mampu berputar 360 derajat"
karena mampu berputar 360 derajat"




0 komentar:
Posting Komentar